Selasa, 09 Desember 2008

Mata Lalat Menjadi Sumber Ilham

Sebuah perangkat optik murah yang terilhami rancangan pada mata lalat membuka pintu bagi pengembangan peralatan-peralatan pencitraan baru di dunia kedokteran (medical imaging device).


Manfaat dari penggunaan perangkat pencitraan magnetis dalam pemeriksaan dan pengobatan di dunia kedokteran tidaklah diragukan. Para ilmuwan Israel kini tengah mengembangkan perangkat baru di bidang ini. Mereka berharap bahwa alat ini, yang masih dalam tahap pengembangan, akan memberikan lebih banyak keuntungan daripada yang ada sekarang. Keuntungan ini adalah biaya yang lebih murah daripada teknologi pencitraan yang digunakan pada perangkat-perangkat yang sudah ada. Oleh karenanya, jika rencana ini telah menjadi kenyataan, masyarakat akan mendapat kesempatan untuk diperiksa kesehatannya menggunakan alat pencitraan [scan] ini dengan lebih sering. Mahalnya perangkat pencitraan resonansi magnetis [Magnetic Resonance Imaging - MRI] atau pemeriksaan dini kanker dengan menggunakan sinar-X yang bisa membahayakan, dijelaskan sebagai berikut:
Agar cahaya dapat dimanfaatkan dalam pencitraan di bidang kedokteran, foton (partikel cahaya) berjumlah sedikit yang dipancarkan obyek [bagian tubuh] yang sedang dicitrakan haruslah dapat dikenali. Hal ini merupakan sebuah kendala yang dimiliki alat-alat yang sudah ada. Jaringan tubuh yang menutupi obyek yang sedang dicitrakan menyebabkan terbentuknya pengotor pada gambar dengan mengaburkan cahaya. Dalam cara-cara yang diterapkan sekarang, permasalahan ini diatasi dengan menggunakan kamera-kamera mahal yang dilengkapi shutter [katup] khusus yang menyaring "pengotor" yang disebabkan oleh cahaya yang dihamburkan oleh jaringan tubuh tersebut. Hal ini memperbesar biaya.
Peneliti Joseph Rosen dan David Abookasis dari Universitas Ben-Gurion di Israel kini telah menemukan sebuah cara baru. Para ilmuwan mengumpulkan sejumlah gambar dari obyek yang sedang dicitrakan dan menggabungkan gambar-gambar ini sedemikian rupa untuk menghasilkan satu gambar bagus dari obyek tersebut. Jadi, mereka mendapatkan sebuah gambar hasil rata-rata dari gambar-gambar tersebut, dan cahaya yang dihamburkan oleh jaringan tubuh, yakni "pengotor" pada gambar, dapat dihilangkan. Penggabungan ini merupakan sebuah pemecahan masalah nyata terhadap permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada peralatan-peralatan yang sudah ada. Akan tetapi, rancangan yang menjadi ilham dari pemecahan masalah melalui cara penggabungan [gambar] ini bukanlah alat buatan manusia. Dalam mencari pemecahan masalah ini, para ilmuwan tersebut terilhami oleh "mata majemuk" yang digunakan oleh lalat selama ratusan juta tahun. Bahkan, judul yang mereka berikan pada penelitian mereka adalah "Seeing through biological tissues using the fly eye principle" [Melihat Dengan Menembus Jaringan Hidup Berdasarkan Prinsip Mata Lalat].(1)
Mengambil rancangan pada mata lalat sebagai titik awal mereka, para ilmuwan ini mempersiapkan serangkaian mikrolensa yang terdiri dari 132 buah lensa berukuran amat kecil. Untuk menguji gagasan mereka, para peneliti tersebut mengambil dua potong [daging] dada ayam dan menyelipkan sepotong tulang sayap di antara keduanya. Mereka lalu menyoroti salah satu sisi dari daging itu dengan laser berkekuatan cahaya lemah dan meletakkan serangkaian mikrolensa pada sisi yang lainnya. Gambar-gambar yang ditangkap mikrolensa diteruskan ke kamera digital dengan lensa biasa. Komputer lalu menghilangkan sebagian besar dari pengotor yang dihasilkan oleh cahaya yang terhamburkan, sehingga menghasilkan sebuah gambar yang lebih jelas dari tulang sayap yang tertutupi [dada ayam].
"Mikrolensa yang lebih banyak dan penyempurnaan-penyempurnaan lain seharusnya dapat meningkatkan ketajaman gambar,' kata Rosen. 'Dengan pendanaan untuk mengembangkannya lebih lanjut, perangkat kami mungkin dalam waktu setahun dapat melihat tulang-tulang di dalam telapak tangan, atau akar sepotong gigi.' " (2)
Rosen menyatakan bahwa peralatan ini, yang bekerja berdasarkan prinsip mata lalat, begitu menjanjikan, dan memunculkan kabar gembira bahwa dengan penggunaan alat ini, endoskop yang tidak nyaman atau "kamera pil" yang harus ditelan dalam pencitraan perut (abdomen scans) akan menjadi peninggalan masa lalu.


Rancangan Mata Lalat
Seekor lalat yang bergerak melintasi udara sungguh luar biasa lincah. Lalat dapat mengubah arah terbangnya dalam sekejap ketika mengetahui adanya gerakan sangat lemah yang diarahkan kepadanya. Lalat dapat memilih untuk mendarat pada lantai, dinding atau langit-langit sebuah ruangan. Kenyataan bahwa lalat memiliki sebuah perangkat penglihatan amat hebat sangatlah penting dalam hal ini. Penelitian lebih dekat pada lalat dengan segera memunculkan penjelasan tentang sebab ketangkasan [terbang] ini. Mata lalat memiliki rancangan yang dikenal sebagai "mata majemuk" dan yang memungkinkannya melihat melalui lensa [mata] yang berjumlah banyak dan pada sudut pandang yang lebar.
Penampakan mata lalat di bawah elektron mikroskop.
Sebuah mata majemuk lalat tersusun atas satuan optik berjumlah sangat banyak, masing-masing dengan lensa optiknya sendiri, dan menghasilkan sejumlah besar gambar. Rangkaian saraf dari setiap satuan optik mengambil hasil rata-rata dari gambar yang ada, sehingga dihasilkanlah sebuah bayangan gambar yang lebih jelas daripada latar belakang yang dipenuhi pengotor. Mata lalat dapat mengindra getaran cahaya 330 kali per detik. Ditinjau dari sisi ini, mata lalat enam kali lebih peka daripada mata manusia.(3) Pada saat yang sama, mata lalat juga dapat mengindra frekuensi-frekuensi ultraviolet pada spektrum cahaya yang tidak terlihat oleh kita. Perangkat ini memudahkan lalat untuk menghidar dari musuhnya, terutama di lingkungan gelap.


Mata majemuk lalat merupakan alat tubuh terpenting yang memainkan peran dalam sistem penglihatan, sebuah fungsi teramat penting dalam kelangsungan hidup binatang tersebut. Ketika alat tubuh ini diteliti, akan kita saksikan lensa-lensa, yang secara khusus menghamburkan cahaya, membentuk permukaan cekung yang memberikan ruang penglihatan yang luas dan memusatkan bayangan [gambar yang terbentuk] pada satu titik pusat. Sisi-sisi satuan optik [optical unit] pada permukaan tersebut berbentuk segienam (heksagonal). Berkat bentuk segienam ini, satuan-satuan optik itu satu sama lain terpasang rapat. Dengan cara ini, celah-celah kosong yang tidak diinginkan -- yang muncul jika bentuk geometris lain digunakan -- tidaklah terbentuk; dengan demikian penggunaan paling menguntungkan dari luasan yang ada telah diterapkan. Meskipun berkas-berkas cahaya yang berasal dari sejumlah besar lensa diperkirakan akan menghasilkan sebuah bayangan gambar yang kacau, ini tidak pernah terjadi, dan lalat dapat melihat sebuah ruang penglihatan yang luas dalam satu bayangan gambar.
Terdapat rancangan unggul pada mata lalat. Prinsip teknik ini, yang telah digunakan oleh manusia sejak beberapa ratus tahun lalu, telah ada pada lalat selama sekitar 390 juta tahun. Pengkajian yang lebih umum pada sejarah alam kehidupan menunjukkan bahwa rancangan mata majemuk (pada trilobita zaman Kambrium) berasal sejak kurang lebih 530 juta tahun yang lalu.
Lalat telah memiliki struktur mata ini sejak saat binatang ini muncul menjadi ada.
SIAPAKAH PEMILIK RANCANGAN PADA MATA LALAT?
Pertanyaan yang muncul adalah sebagai berikut: para ilmuwan meniru rancangan pada mata lalat dalam mengembangkan peralatan mereka. Kenyataan bahwa mata lalat digunakan sebagai sumber ilham dalam teknologi modern merupakan pertanda jelas akan rancangannya yang unggul. Beragam bagian penyusun mata tersebut dapat dipahami sebagai sesuatu yang telah dirancang untuk satu tujuan tertentu. Lalu bagaimanakah lalat mendapatkan rancangan ini? Siapakah yang menyusun seluruh unsur-unsur pembentuk tersebut sedemikian rupa dan membentuk mata lalat?
Seluruh penataan pada mata lalat memperlihatkan bahwa rancangan ini diberikan pada serangga tersebut oleh Dzat yang memiliki kecerdasan tanpa tanding. Tidak ada keraguan, Allah Yang Mahakuasa-lah, Penguasa seluruh alam, Yang menciptakan lalat beserta sistem penglihatan sempurna ini. Penciptaan luar biasa pada lalat merupakan sebuah isyarat kekuasaan Allah yang tanpa batas.
Dalam sebuah ayat al Qur'an Allah mewahyukan:
Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS. Al Hajj, 22:73)

Read more...

satelit IRAN yang diluncurkan

Peluncuran satelit pertama buatan Iran ke luar angkasa yang berjalan dengan sukses menjadi topik utama media-media di dunia. Dari berbagai reaksi terkait peluncuran satelit yang bernama Safir-e Omid, AS dan Zionis Israel menunjukan reaksi yang paling keras dan menilainya sebagai ancaman. Lebih dari itu, Washington dan Tel Aviv meragukan keberhasilan teknologi lainnya yang dipamerkan oleh Tehran.

Terkait hal ini, media-media massa Rezim Zionis Israel mengutip pernyataan para pejabat rezim ini, menyebutkan, berbagai laporan soal Iran akan ditindaklanjuti secara teliti oleh militer dan lembaga antariksa Zionis Israel. Ketua Lembaga Riset Antariksa Zionis Israel, Tel Anbar, dalam analisanya menyatakan kesuksesan peluncuran setelit menunjukkan meningkatnya kemampuan Iran untuk peluncuran rudal lintas benua. Di sisi lain, Tel Anbar meragukan kesuksesan Republik Islam Iran dalam meluncurkan satelit ke luar angkasa. Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Program Antariksa Zionis Israel, Eshak Ben Israel. Ia mengatakan, "Melalui peluncuran satelit ke luar angkasa, Iran berniat menunjukkan kemampuannya di bidang rudal." Dikatakanya pula, " Kini, Iran masih harus menempuh jalan yang cukup jauh. Untuk itu, para pejabat Iran berbohong soal ini." Koran Zionis Israel, Maariv, dalam bagian laporannya menulis, Republik Islam Iran adalah sebuah ancaman.

Masih mengenai peluncuran satelit Safir-e Omid ke luar angkasa, para pejabat AS menyatakan, kesuksesan peluncuran Safir-e Omid menunjukkan keberadaan Iran sebagai ancaman.

Sementara itu, Ketua Badan Antariksa Republik Islam Iran, Reza Taqi Por, menyatakan bahwa negeri ini telah menggapai teknologi pembuatan dan peluncuran satelit ruang angkasa. Usai peluncuran satelit Safir-e Omid hari Ahad, Taqi Por mengatakan, satelit tersebut murni buatan ahli dalam negeri. Dikatakannya, Iran dengan bantuan asing, sebelumnya tercantum dalam klub antariksa. Akan tetapi, negeri ini sekarang berhasil membuat dan meluncurkan satelit tanpa bantuan pihak luar. Dengan demikian, Republik Islam Iran adalah di antara negara pemilik teknologi satelit yang setara dengan AS, Rusia, Perancis, India dan Cina. Lebih lanjut Taqi Por mengatakan, "Untuk kedepan, Iran dapat meluncurkan satelit tanpa bantuan pihak lain dengan berbagai tujuan seperti untuk kepentingan cuaca, telekomunikasi dan lainnya. Satelit Safir-e Omid hari Ahad sukses diluncurkan dengan dihadiri oleh Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad.
Sebelumnya, Ahmadinejad dalam kunjungannya ke Turki, pekan lalu, mengabarkan bahwa Iran akan meluncurkan satelit buatan sendiri ke luar angkasa. Di Turki, Ahmadinejad menyatakan bahwa pemboikotan Iran selama 28 tahun oleh AS justeru menghasilkan kejutan-kejutan ilmiah di negeri ini. Dikatakannya, "Tahun lalu, tercatat lebih dari tujuh ribu penemuan dipatenkan di Iran."

Read more...

Pembebasan 200 Tawanan Bukan Itikad Baik Zionis

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyambut baik pembebasan 200 tawanan Palestina oleh Zionis Israel dan memperingatkan konspirasi rezim ini yang berupaya memanfaatkan pembebasan para tawanan Palestina untuk meraih konsensi dalam perundingannya dengan Otorita Palestina. Gerakan ini juga mengkritik berlanjutnya penculikan terhadap warga Palestina. Ditegaskan, Hamas terus melanjutkan perjuangannya untuk membebaskan seluruh tawanan Palestina.

Sekjen Gerakan Karya Nasional Palestina, Mustafa Al Barghouthi, menyebut kebijakan Zionis soal pembebasan 200 tawanan Palestina dari seluruh tawanan yang berjumlah 12 ribu, sebagai langkah yang belum cukup. Ditegaskannya, Rezim ini harus membebaskan seluruh tawanan tanpa prasyarat. Al Barghouthi menambahkan, "Sejak Zionis Israel mengumbar janji pembebasan yang sengaja dilakukan untuk mencerminkan wajah perdamaian, rezim ini dalam beberapa bulan terakhir ini baru membebaskan 788 tawanan Palestina. " Pada saat yang sama, Zionis semenjak November lalu menangkap 3.800 warga Palestina yang jumlahnya berkali lipat dari jumlah tawanan yang akan dibebaskan.

Lebih dari itu, sekitar 12 ribu warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Zionis Israel, berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan, bahkan dihadapkan pada berbagai siksaan.

Kebijakan Zionis Israel yang ingin membebaskan para tawanan Palestina tidak dapat dipahami sebagai itikad baik rezim ini. Sebab, Zionis Israel hingga kini terus melakukan penangkapan terhadap warga Palestina. Dengan demikian, jumlah tahanan Palestina di penjara-penjara Zionis Israel terus bertambah banyak. Tentu saja, kebijakan rezim itu menuai kritik keras dari berbagai pihak. Padahal Zionis Israel dituntut melaksanakan komitmennya untuk membebaskan seluruh tawanan Palestina dalam proses perjanjian di Timur Tengah dalam dekade terakhir hingga tahun 2000. Namun rezim ini lagi-lagi berupaya menghindari tuntutan tersebut.

Namun kondisi saat ini sedikit berbeda di saat tekanan dunia terhadap Zionis Israel terus mengalir dan gerakan intifadah anti rezim ini terus meningkat. Hal ini membuat Tel Aviv kian terpojok dan kemudian terpaksa harus mengambil kebijakan untuk membebaskan sejumlah tawanan Palestina yang selama ini selalu ditunda-tunda. Dari sisi lain, Zionis Israel memanfaatkan pembebasan tawanan Palestina untuk mencerminkan Tel Aviv sebagai penuntut perdamaian. Pada faktanya, apa yang ditempuh oleh Tel Aviv merupakan buah dari keterpaksaan. Gerakan intifadahlah yang membuat Zionis Israel gentar menghadapi bangsa Palestina. Untuk itu, kelompok-kelompok perjuangan Palestina sangat menekankan berlanjutnya perlawanan terhadap Zionis Israel sehingga rezim ini harus segera menyerahkan para tawanan Palestina.



Read more...

Minggu, 21 September 2008

Aku Dimakamkan Hari Ini



Perlahan, tubuhku ditutupi tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain,
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri,
disini, menunggu perhitungan ...

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku, (entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...
Aku akan berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah aku sakiti hatinya
yang selama ini telah aku bohongi
Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji-janji palsu yg sering ku umbar dulu.

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,
teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
maafkan aku ayah dan ibu,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu ...

beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh-sungguh beramal soleh,
Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu,
bersama mereka ...

begitu sesal diri ini,
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna penuh kesia-siaan,
kesenangan yang pernah kuraih dulu,
tak ada artinya sama sekali ...

mengapa ku sia-siakan saja,
waktu hidup yang hanya sekali itu,
andai ku bisa putar ulang waktu itu ...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan ...

( Riza P.N )

Read more...

Selasa, 24 Juni 2008

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, atas segala rahmat dan karunia Allah SWT, kami dapat menyelesaikan web RISMA SMAN 99 yang sudah di tunggu—tunggu oleh anggota RISMA selama ini.

Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada baginda besar kita, Rasulullah SAW, dan semoga kita termasuk umatnya sampai akhir jaman.

Tujuan kami membuat homepage ini adalah agar sesama anggota, alumni dan pengurus RISMA dapat selalu berkomunikasi satu sama lain sehingga tali silaturahim tidak terputus karena kami semua bersaudara.

Karena makin banyaknya program kerja yang harus di jalankan oleh pengurus, maka kami berharap para alumni dapat membagi linknya di setiap perusahaan dimana mereka bekerja.

Semoga semua apa yang kami harapkan dapat terlaksana.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Read more...

About This Blog

  © Blogger template Ramadhan Al-Mubarak by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP